COD bukan metode bayar, itu kamu yang menalangi dulu. Empat angka yang harus kamu tahu sebelum bilang iya, dan cara menekan paket yang balik lagi.
Sailo team10 menit baca
Paket balik. Kardusnya penyok, isinya masih utuh, dan kamu sudah bayar ongkir dua arah untuk barang yang nggak pernah dibayar siapa pun.
Ini bukan kecelakaan. Ini biaya yang sudah melekat di COD, dan satu-satunya cara mengelolanya adalah memasukkannya ke harga sejak awal.
Yang perlu kamu pahami dalam satu kalimat: COD bukan metode pembayaran, itu kamu memberi pembeli barang secara kredit dan berharap ekspedisi menagihkannya untukmu. Kamu yang keluar modal duluan. Kamu yang bayar ongkir duluan. Uangnya kembali beberapa hari kerja kemudian, setelah dipotong biaya layanan COD. Kalau paketnya ditolak, kamu menanggung semuanya.
Yusuf jual sepatu lokal di Surabaya, Rp 285.000 sepasang. Bulan pertama dia buka COD tanpa syarat apa pun, karena semua kompetitornya begitu. Dari 34 paket COD, empat ditolak. Kerugian dari empat paket itu, ongkir pergi, ongkir balik, kemasan, dan satu kotak sepatu yang rusak, lebih besar dari untung tiga penjualan.
Kalau kamu terbiasa dengan transfer, alurnya begini: uang masuk, baru barang keluar. Risikonya nol.
COD membalik urutannya:
Ada dua konsekuensi yang jarang dibilang orang.
Pertama, uang COD-mu bukan uangmu sampai cair. Itu piutang. Kalau kamu belanja bahan mingguan dari uang penjualan, dan uang COD baru cair beberapa hari kerja setelah paket diterima, kamu bisa kehabisan modal justru di minggu penjualanmu paling ramai. Ini yang bikin banyak penjual kecil merasa "laku tapi kok nggak ada duit".
Kedua, kamu nggak bisa memaksa siapa pun. Pembeli yang menolak paket di depan pintu nggak melanggar apa pun secara praktis. Nggak ada yang bisa kamu tuntut untuk paket Rp 285.000. Yang bisa kamu lakukan cuma menurunkan kemungkinannya terjadi.
Kalau kamu cuma ambil satu hal dari artikel ini, ambil daftar ini. Keempatnya berbeda tiap ekspedisi, berubah dari waktu ke waktu, dan nggak boleh kamu tebak dari artikel mana pun termasuk ini. Minta tertulis, lewat email atau chat resmi, dan simpan.
Tambahkan pertanyaan kelima kalau kamu jual barang pecah belah atau makanan: apa yang terjadi kalau pembeli minta buka paket dulu sebelum bayar. Kebijakannya berbeda dan itu menentukan seberapa sering kamu berdebat.
Angka yang paling menentukan untung-rugimu di COD bukan biaya layanannya. Tapi biaya paket yang balik, dikali seberapa sering itu terjadi.
Angka bulat, supaya bentuknya kelihatan. Ganti dengan angkamu sendiri.
Sepatu Yusuf dijual Rp 285.000. Modal per pasang Rp 165.000. Kemasan Rp 8.000. Ongkir dalam Jawa yang dia tanggung sendiri untuk promo gratis ongkir, anggap Rp 22.000.
Untung kotor per paket yang berhasil: Rp 285.000 dikurangi Rp 165.000 dikurangi Rp 8.000 dikurangi Rp 22.000, ketemu Rp 90.000. Belum dipotong biaya layanan COD.
Sekarang satu paket yang ditolak. Kerugiannya:
| Pos | Nilai |
|---|---|
| Ongkir berangkat | Rp 22.000 |
| Ongkir balik | Sebesar tarif retur ekspedisimu |
| Kemasan yang nggak bisa dipakai lagi | Rp 8.000 |
| Barang | Biasanya masih bisa dijual, kadang nggak |
| Waktumu | Satu jam, tersebar di lima hari |
Kalau tarif returnya mendekati ongkir berangkat, satu penolakan memakan sekitar setengah dari untung satu penjualan berhasil. Dengan empat penolakan dari 34 paket, Yusuf kehilangan sekitar dua penjualan penuh. Itu bukan bencana. Tapi itu artinya harganya harus naik, atau tingkat penolakannya harus turun.
Dia pilih yang kedua.
Yang berhasil buat Yusuf ada tiga, dan urutan penerapannya penting karena yang pertama saja sudah menyelesaikan sebagian besar.
Satu: konfirmasi sebelum paket diserahkan, bukan sesudah. Sebelum resi dibuat, kirim satu pesan yang isinya spesifik: nama barang, ukuran, warna, alamat lengkap, dan total yang harus disiapkan tunai. Minta balasan "ya" atau "oke". Bukan tanda centang biru. Balasan.
Yang bikin ini bekerja bukan konfirmasinya. Yang bikin bekerja adalah menyebut nominal tunai. Sebagian besar penolakan bukan karena orangnya jahat, tapi karena dia lupa jumlahnya dan cuma pegang uang pas di rumah.
Dua: pisahkan aturan berdasarkan kota, bukan berdasarkan bulan. Ini yang jarang orang lakukan.
Jangan hitung tingkat penolakanmu sebagai satu angka bulanan. Hitung per kota tujuan. Yusuf menemukan tiga dari empat penolakannya datang dari satu wilayah yang sama, di luar Jawa Timur, dan pemesannya semua akun baru tanpa foto profil. Setelah dia minta DP untuk wilayah itu saja, penolakannya berhenti dan penjualan dalam kotanya nggak berubah sama sekali.
Kalau kamu blokir COD secara nasional, kamu kehilangan pembeli di semua kota. Kalau kamu blokir satu kota yang bermasalah, kamu kehilangan hampir nol.
Tiga: minta DP kecil, bukan pelunasan. Untuk order yang riskan, minta transfer sebagian, misalnya sebesar ongkir. Sisanya tetap COD. Efeknya psikologis dan efektif: orang yang sudah keluar Rp 22.000 hampir selalu menerima paketnya. Orang yang iseng nggak akan transfer sepeser pun.
Kalimat yang bisa kamu pakai, dan nadanya penting supaya nggak terdengar curiga: "Untuk pengiriman ke luar Jawa, sistem kami minta ongkirnya ditransfer dulu ya kak, sisanya Rp 263.000 dibayar ke kurir." Bilang "sistem kami", bukan "saya nggak percaya kamu".
Satu email tentang harga, foto, pengiriman, dan cara dibayar. Tanpa iklan, tanpa basa-basi.
Ini urusan berbeda dari penolakan, dan aturannya berbeda juga. Paket yang hilang dalam perjalanan COD punya jalur klaim tersendiri lewat ekspedisi, dan yang menentukan berhasil atau nggaknya klaim biasanya bukti serah terima serta apakah kamu mendeklarasikan nilai barang saat kirim. Panduan paket hilang tanggung jawab siapa menjelaskan siapa menanggung apa, dan urutan yang harus kamu tempuh sebelum kamu mengganti uang pembeli dari kantong sendiri.
Satu hal yang perlu diputuskan sekarang, bukan nanti pas panik: berapa nilai paket di mana kamu akan repot mengurus klaim. Di bawah angka itu, ganti saja dan lanjut. Di atas angka itu, urus sampai selesai. Kalau kamu nggak punya angkanya, kamu akan menghabiskan tiga hari untuk paket Rp 60.000.
Kalau kamu jual dalam kota dan mengantar sendiri atau pakai kurir instan, aturannya beda dan sebagian besar risiko di atas hilang.
Yang perlu diperjelas: layanan kurir instan biasanya nggak menagihkan harga barang ke pembeli. Mereka mengantar, ongkirnya dibayar lewat aplikasi. Kalau kamu mau uang barangnya ditalangi kurir, itu bukan layanan standar dan sebaiknya jangan diandalkan. Untuk pengiriman instan, minta pembeli transfer atau kirim lewat e-wallet sebelum kurirnya jalan. Sepuluh menit lebih lama, nol risiko.
Kalau kamu mengantar sendiri, tiga hal praktis:
Bagian ini yang bikin COD terasa berantakan padahal bukan.
Masalahnya, satu pesanan COD punya dua status yang berjalan terpisah: status barangnya dan status uangnya. Barangnya bisa sudah sampai sementara uangnya belum cair. Kalau kamu cuma punya satu kolom "selesai", kamu akan kehilangan jejak.
Di Sailo, dua status itu memang dipisah. Pesanan punya status new, confirmed, shipped, completed, cancelled, refunded. Pembayaran punya status sendiri: unpaid, pending, paid, refunded. Untuk COD kamu yang menetapkan status pembayarannya dengan tangan. Sailo nggak tahu ekspedisi sudah mencairkan uangmu atau belum, dan nggak akan pernah tahu.
Ini batasan yang nyata, jadi saya sebut terang-terangan. Metode COD di Sailo isinya satu kolom catatan pengiriman berupa teks bebas, dan itu saja. Nggak ada perhitungan biaya layanan COD, nggak ada rekonsiliasi dengan laporan ekspedisi, nggak ada notifikasi kalau dana cair. Sailo mencatat pesanannya. Uangnya tetap urusanmu dan ekspedisimu. Kalau kamu mengirim 200 paket COD sebulan dan butuh sistem yang mencocokkan setiap resi dengan setiap pencairan otomatis, kamu butuh alat lain, dan sebaiknya kamu memang beli alat itu.
Untuk skala di bawah itu, satu spreadsheet dengan enam kolom sudah cukup: tanggal kirim, nomor resi, kota, nilai yang ditagih, tanggal cair, nominal cair. Kolom terakhir dikurangi kolom keempat adalah biaya COD-mu yang sebenarnya, dan angka itu biasanya berbeda dari yang kamu kira.
Kolom teks bebas itu terlihat sepele dan sebenarnya mengerjakan pekerjaan besar, karena isinya muncul ke pembeli tepat setelah dia memesan, di momen dia paling memperhatikan.
Isi yang buruk: "Bayar di tempat."
Isi yang bekerja menjawab empat pertanyaan sebelum ditanya:
Bayar tunai ke kurir saat paket sampai.
Siapkan uang pas ya, kurir biasanya nggak bawa kembalian.
Paket dikirim H+1 setelah kami konfirmasi lewat WhatsApp.
Kalau alamat atau nomornya berubah, kabari sebelum kami kirim.
Paket boleh dicek isinya di depan kurir sebelum dibayar.
Baris terakhir itu tergantung kebijakan ekspedisimu, jadi jangan tulis kalau kamu belum memastikan. Kalau ekspedisimu nggak mengizinkan buka paket sebelum bayar, tulis sebaliknya, terang-terangan: "Sesuai aturan ekspedisi, paket dibayar dulu baru boleh dibuka. Kalau isinya nggak sesuai, foto dan kirim ke kami hari itu juga."
Kalimat kedua itu yang menyelamatkanmu. Bukan karena mencegah masalah, tapi karena kamu sudah menetapkan prosedurnya sebelum ada yang marah. Orang yang tahu apa yang harus dilakukan jarang menulis review buruk. Orang yang bingung selalu.
Soal review, satu catatan: di Sailo pembeli bisa meninggalkan nama, bintang 1 sampai 5, dan tulisan pada sebuah produk, dan itu ada di semua paket termasuk yang gratis. Nggak ada yang tampil sebelum kamu setujui. Berguna waktu ada yang marah karena kurir telat dan kesalahannya bukan di kamu. Tapi hati-hati memakainya: etalase yang isinya bintang lima semua terbaca palsu, dan pembeli Indonesia yang sudah biasa belanja di marketplace bisa mencium itu dari jauh.
Ada empat situasi di mana COD merugikan lebih dari yang dia bawa.
Barang custom. Nama yang disablon, ukuran khusus, kue dengan tulisan. Kalau ditolak, kamu nggak bisa jual ke siapa pun. Untuk custom, minta pelunasan atau minimal DP separuh. Cara jualan lewat WhatsApp punya kalimat-kalimat siap pakai untuk meminta DP tanpa terdengar tidak sopan.
Barang mudah rusak. Kue basah, buah, makanan dingin. Perjalanan pulang membunuh produknya.
Margin di bawah biaya penolakan. Kalau untung bersihmu per paket Rp 12.000 dan satu penolakan memakan Rp 45.000, kamu butuh empat penjualan berhasil untuk menutup satu penolakan. Hitung angkamu sendiri sebelum ikut-ikutan buka COD.
Kamu lagi kehabisan modal. COD menahan uangmu beberapa hari kerja. Kalau kamu perlu uang itu hari Senin untuk beli bahan, transfer lebih baik meskipun ordernya lebih sedikit.
Tiga langkah, dan yang pertama gratis.
Kalau ongkir yang kamu tanggung ternyata lebih besar dari yang kamu kira, dan itu sering terjadi, mulai dari cara hitung ongkir sebelum menaikkan harga. Dan kalau kamu masih menyusun keseluruhan alurnya dari nol, cara jualan online tanpa website menempatkan COD di posisinya: satu dari dua cara bayar yang kamu buka, bukan satu-satunya.
Ditulis oleh
Sailo team
Satu tautan, seluruh toko Anda.
Satu email tentang harga, foto, pengiriman, dan cara dibayar. Tanpa iklan, tanpa basa-basi.
Sailo hanya memberinya pintu depan — supaya orang bisa melihat-lihat, membandingkan, dan tahu harga sebelum mengirim pesan ke Anda.
Ambil tautan AndaGratis selama beta · Tanpa kartu